JAMUR MERANG

PERTUMBUHAN JAMUR MERANG DENGAN METODE KARDUS TANPA BIBIT ANAKAN



Fauzan wirawan



INTISARI

Jamur merang (Volvariella volvaceae) merupakan jenis jamur yang pertama kali dapat dibudidayakan secara komersial. Jamur merang mempunyai cawan pada bagian bawah tangkai, berwarna coklat muda dan Spora jamur merang berwarna kuning kemerahan dan di saat dewasa, tudung jamur merang berbentuk payung.



Kini saya akan membahas tentang jamur merang dan cara membudidayakannya dengan metode kardus, dengan memanfaatkan barang bekas ini kita sudah mengurangi limbah atau kandungan Co2 di bumi. Jamur merang juga merupakan sumber dari beberapa macam enzim terutama tripsin yang berperan penting untuk membantu proses pencernaan. Jamur merang dapat juga dijadikan sebagai makanan pelindung karena kandungan vitamin B-kompleks yang lengkap termasuk riboflavin serta memiliki asam amino esensial yang cukup lengkap. Di Cina jamur merang mulai dibudidayakan sejak pertengahan abad 17, dan di Indonesia tanaman ini diperkirakan mulai dibudidayakan sekitar tahun 1950-an.

Dalam budidayanya, jamur merupakan tanaman yang ditanaman dengan temperatur, kelembaban dan ventilasi yang terkontrol.

Membudidayakan jamur merang tidaklah sulit sebagaimana kita bayangkan, karena bahan untuk media tanamnya terdapat di sekeliling kita salah satunya kita dapat menggunakan media kardus dan beberapa bahan lainnya seperti tepung terigu, sayur kangkung dan kentang.















  1. LANGKAH-LANGKAH PEMBUDIDAYAAN

Agar jamur ini berhasil tumbuh pada media yang kita buat di dalam penanaman jamur merang atau kardus ini kita harus memperhatikan beberapa bahan dan langkah-langkah pokok yaitu,

  1. Penyiapan Media :

Bahan utama iyalah kardus dan ada beberapa bahan tambahan laiinya seperti :


        1. Kapur, untuk menetralisasi kardus

2. Dedak halus, sbg makanan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan jamur.

3. Pupuk NPK ialah pupuk anorganik yang memiliki unsur N,P dan K, tiga unsur makro inilah yang sangat di perlukan tanaman untuk fase awal merangsang pertumbuhan akar pada jamur

4. Pupuk organik cair Biogan, berfungsi agar jamur tumbuh dengan besar dan subur

5. Tepung trigu

6. Arang sekam, yang berfungsi untuk menstabilkan suhu tempat tumbuh jamur di dalam media

8. Sayuran seperti kangkung, kentang dan jenis-jenis sayuran lainnya

9. kita dapat menggunakan pelastik dan bambu yang di bentuk per segi 4 untuk media tanam

10. Alat pengatur temperatur



  1. Bibit :

Apabila setelah 14 hari jamur tidak menunjukan pertumbuhan di dalam media, kita dapat menggunakan dengan cara mencari anakan jamur merang yang ada di sekeliling kita, namun yakinlah bila media tanam jamur betul-betul di perhatikan jamur akan tumbuh tanpa harus ada anakan dari luar:


              1. Bibit dapat di cari di daerah yang memiliki suhu 28-35C

              2. Tumbuh di daerah yang memiliki kelembaban 80 F

              3. Hidup di batang pohon yang sudah mati dan rapuh




  1. Pemeliharaan :

Ada beberapa cara pemeliharaan yang harus di jaga yaitu :


1. Temperatur ruang di dalam kumbung dijaga pada tingkat 28-35 C. Untuk menjaga suhu bisa dipasang lampu.

  1. Agar kelembabanya terjaga tutup media dengan pelastik dan agar sirkulasi udara dapat masuk setiap 1 hari di buka selama 10-20 menit dan di tutup kembali

3. Agar foto sintesis berjalan, pada pukul 07.00-11.00 siang, sinar matahari harus masuk dalam kumbung


  1. Pemanenan :

Jamur sudah dapat dipanen setelah berumur 10-15 hari sejak penanaman. Jamur merang dipanen sebelum mekar, yaitu kancing stadium telur.


              1. Di saat pemanenan jamur, harus di perhatikan keadaan media agar tidak rusak









































  1. CARA PEMBUDIDAYAAN


Setelah beberapa bahan-bahan yang ada telah di persiapkan, media utama yaitu kardus kita sobek-sobek lalu di rendam dengan air kapur yang telah di campur dengan pupuk NPK selama 5 jam atau lebih, ini berguna untuk mensterilkan media kardus dari zat-zat kimia yang dapat menghalang pertumbuhan jamur, lalu setelah 5 jam perendaman, kardus dibilas agar kapur yang ada tidak melekat (walau tidak berbahaya) angkat dan ½ kardus di simpan di tempat persegi empat yang berbentuk aquarium dengan membentuk tumpukan garis panjang sejajar dengan tumpukan-tumpukan lainnya, lalu sayur kangkung, kentang dan tepung terigu di aduk menjadi satu di dalam ember yang telah berisikan ½ kardus yang telah steril lalu di tumpukan kembali ke media yang berbentuk aquarium dan di jadikan satu pada tumpukan yang berbentuk garis panjang pada tumpukan yang pertama.


Untuk fase awal tumbuh jamur, media harus tertutup rapat tarpisah dari udara luar atau penetralisir, maka CO2 hasil pembakaran sistem tanaman akan di uraikan menjadi unsur carbon dan O2 melalui vapour sistem/uap yang ada dalam incubator selama 3 hari dan setelah penutupan itu setiap hari jam 7 pagi penutup kumbung di buka selama 10-15 menit agar tidak terjadi penguapan yang berlebihan.


Setelah 3-5 hari fase awal pertumbuhan akar sudah terlihat sehingga kita harus benar-benar memperhatikan suhu dan kelembabannya agar jamur dapat tumbuh dengan mudah dan kumbung tidak berulat.


Agar tanaman tetap sehat dan tumbuh lebih cepat diberi pupuk organik cairan biogan yaitu pupuk yang mengandung nutrisi dan ini diberikan saat jamur telah menunjukan fase pertumbuhan yang berbentuk telur kecil dan berwarna hijau muda seperti gambar II


Gambar II



Jamur dapat di panen setelah berumur 10-12 hari dari perhitungan fase mulai tumbuhnya jamur, di saat memanen jamur diharapkan tidak merusak media tanam karena dapat membuat jamur stres dan memperlambat pertumbuhan jamur.









0 komentar:

Posting Komentar

Pages

Mengenai Saya

Foto saya
Mudah Penasaran!!! Cihahayyyy...!!!!!!
Copyright © 2010 Love Story And My Study All Rights Reserved.
Website powered by Blogger and Trily Blogger theme designed by TopTut.com & Converted by Ritesh Sanap.

Blog Archive

Followers

silakan meninggalkan pesan ^_^

Ada kesalahan di dalam gadget ini

bantu di klik sob..... :D